Klub Literasi Sekolah (KLS)

26-Jan-2021

Program apakah ini?

Klub Literasi Sekolah (KLS) berfokus pemajuan literasi di lingkungan sekolah. Dengan adanya inisiatif pembentukan KLS, SEAQIL berharap dapat memberikan dukungan nyata pada program pemerintah dalam pemajuan literasi di Indonesia. Dalam hal ini, SEAQIL merujuk pada kebijakan Kemendikbud, yakni Gerakan Literasi Nasional (2017), serta pemuatan literasi dalam komponen penilaian Asesmen Nasional (2021) dengan dasar bahwa literasi membaca adalah kompetensi mendasar yang diperlukan semua murid untuk bisa belajar sepanjang hayat dan berkontribusi pada masyarakat.

KLS juga menjadi gagasan inovatif dan solutif dalam upaya menyikapi nilai Programme for International Student Assessment (PISA) membaca siswa Indonesia yang masih rendah dengan skor rata-rata yakni 371, sedangkan skor rata-rata OECD adalah 487 dan Indonesia berada pada peringkat 72 dari 77 negara. Selain itu, KLS juga merespons daya baca siswa yang masih rendah dalam membaca teks dengan beragam genre dan teks kompleks (hanya terbiasa dengan teks tunggal).

SEAQIL berharap KLS dapat menjadi wadah bagi siswa untuk berekspresi dan mengaktualisasi penggunaan bahasa asing dalam konteks kehidupan nyata. Selain itu, KLS dapat menjadi solusi untuk menunjang kegiatan ekstrakurikuler alternatif siswa selama pandemi Covid-19. Semoga melalui KLS #LiterasiBangkit #SekolahMaju.

Apa tujuan pembentukan KLS?

Klub Literasi Sekolah memiliki tujuan diantaranya:

1. memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca teks yang diminatinya;

2. membiasakan siswa untuk membaca, memahami, dan menginterpretasikan hasil bacaannya;

3. membuat aktivitas membaca (dan mendiskusikan) hasil bacaan menjadi hal yang menyenangkan;

4. meningkatkan kompetensi 4C siswa (critical thinking, collaboration, creativity, dan communication);

5. memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasah kemampuan bahasa asing yang dipelajarinya;

6. memperluas jejaring kerja SEAQIL.

Bagaimana tahap pembinaan KLS?

Tahap pembinaan KLS mencakup tiga kegiatan, yakni

- Training of Trainer (ToT);

- workshop; dan

- unjuk karya.

Bagaimana skema aktivitas KLS?