SEAQIS

05-Sep-2017

Sejarah dan Tujuan Pendirian SEAMEO QITEP in Science

SEAMEO Regional SEAQIS for QITEP in Science (SEAQIS) didirikan pada 13 Juli 2009 melalui persetujuan Konferensi Dewan SEAMEO ke-44 di Phuket, Thailand. Pembentukan SEAMEO QITEP in Science adalah gagasan dari Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan Nasional, saat ini menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk secara aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan di wilayah Asia Tenggara.

Visi

Menjadi pusat terbaik dalam pengembangan profesional guru dan tenaga kependidikan IPA menuju pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara.

Misi

Menyediakan program yang relevan dan berkualitas dalam pengembangan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan sains melalui peningkatan kapasitas, penelitian dan pengembangan, berbagi sumber daya, serta kolaborasi.

Nilai Utama

Untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misinya, SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS) sangat percaya pentingnya nilai-nilai sebagai prinsip-prinsip untuk staf dalam melaksanakan tugas-tugas mereka. Semua staf SEAQIS harus menyadari, memahami dan menerapkan nilai-nilai inti SEAQIS sebagai berikut.

1. Profesionalisme

Profesionalisme berarti bahwa setiap staf melakukan pekerjaan mereka sesuai dengan keterampilan dan kemampuan khusus dan menggunakan teknik dan prosedur berbasis intelektual. Setiap staf wajib memiliki integritas yang tinggi, kemampuan, disiplin, keterampilan berkualitas dan pengetahuan untuk melaksanakan visi dan misi SEAQIS.

2. Kebersamaan

Semua anggota staf adalah bagian dari keluarga besar yang memiliki visi, misi, dan tujuan yang sama. Setiap anggota staf harus mampu mendukung, bekerjasama dan saling menguntungkan satu sama lain dalam rangka mencapai visi dan misi SEAQIS. Anggota staf harus menempatkan prinsip kebersamaan sebagai prioritas mereka.

3. Produktifitas

Semua staf diharapkan dapat memberikan kinerja yang optimal dengan mengadopsi sistem kerja yang efektif dan efisien.

4. Inovasi

Staf SEAQIS harus memiliki dan mengembangkan kemampuan untuk memprediksi dan menanggapi perubahan, serta menghasilkan ide-ide baru.

5. Belajar sepanjang hayat

Staf SEAQIS harus memiliki keinginan untuk memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sepanjang hidup mereka.

Target

- Mengembangkan dan menerapkan program pelatihan pembelajaran sains berbasis inkuiri dan pembelajaran lainnya;

- Memperkuat jaringan nasional dan internasional di bidang pendidikan sains;

- Melakukan inovasi berbasis penelitian dan berbagi sumber daya dalam pendidikan sains; dan;

- Meningkatkan kemampuan kompetensi dan pengelolaan sumber daya manusia SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS) untuk memberikan pelayanan yang efektif dan efisien.

Ruang Lingkup

SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS) memutuskan bahwa pengembangan Inquiry-Based Science Education (IBSE) akan menjadi tujuan dan fokus utama untuk Rencana Pengembangan Lima Tahun kedua (2nd Five Year Development Plan (FYDP)). Model IBSE juga akan menjadi ruang lingkup serta sebagai filosofi utama SEAQIS untuk mewujudkan visi dan menjadi pusat terbaik dalam pengembangan profesional guru dan tenaga kependidikan IPA menuju pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara. Dengan demikian, IBSE akan menjadi filosofi dasar dan strategi utama semua program pelatihan dan kegiatan yang akan dilakukan oleh SEAQIS dalam lingkup peningkatan profesionalitas guru. Hal tersebut dilandasi oleh keyakinan bahwa guru sains yang berkualitas akan memberikan kontribusi untuk pembangunan dan pertumbuhan masyarakat, yang kemudian mampu memberikan kontribusi terhadap pencapaian program Komunitas ASEAN.

Program Thrusts

Dalam melaksanakan mandatnya dan untuk mencapai tujuan menjadi pusat keunggulan dalam IBSE, SEAQIS telah mengidentifikasi tiga Program Thrusts untuk 2nd FYDP.

1. Pengembangan Profesional Guru yang akan fokus pada pengembangan guru dalam hal pengetahuan, keterampilan dan sikap. Hal ini dianggap sebagai bagian penting dalam pembangunan pendidikan karena hubungannya dengan hasil belajar dan prestasi siswa. Pengembangan profesionalisme guru membutuhkan kebijakan yang berkelanjutan dan pendanaan, dilakukan dari waktu ke waktu, dan harus selaras dengan standar dan penilaian yang terintegrasi dengan tujuan guru.

2. Pengembangan Sumber Belajar yang akan mengidentifikasi praktek terbaik dalam Inquiry-Based Science Education (IBSE) dengan tujuan menyediakan sumber belajar yang tepat untuk mengajar dan belajar yang efektif.

3. Pembelajaran Komunitas Profesional yang akan fokus pada peningkatan kesadaran dan pemahaman IBSE diantara para pembuat keputusan pendidikan, tenaga kependidikan dan masyarakat umum terhadap aplikasi dan mempromosikan kerjasama diantara mereka.

Semua kegiatan SEAQIS harus sesuai dengan 3 Program Thrusts ini untuk mencapai visi, misi, dan tujuan dan, pada saat yang sama, dapat memaksimalkan sumber daya dan potensi. Selain itu, Program Thrusts akan dianggap sebagai pilar SEAQIS dalam pembangunan pendidikan sains.