SEAQIM

14-Sep-2017

SEJARAH SEAQiM

Southeast Asian Minister Education Organization (SEAMEO) merupakan salah satu organisasi dengan tujuan untuk mempromosikan kerjasama di dalam pendidikan, sains, dan budaya antar negara-negara Asia Tenggara. Organisasi ini terbentuk pada tanggal 30 November 1965 dan terdiri dari 11 negara anggota1, 7 negara anggota asosiasi2, dan 3 negara anggota afiliasi3. Dalam kurun waktu kurang lebih 52 tahun, SEAMEO telah mendirikan 24 pusat pendidikan yang tersebar di negara-negara Asia Tenggara dan salah satu pusat pendidikan SEAMEO adalah SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Mathematics (selanjutnya disebut dengan SEAQiM).

SEAQiM secara resmi diluncurkan pada tanggal 13 Juli 2009 oleh Jurin Laksanawisit, Presiden SEAMEO Council. Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dengan SEAMEO dan Enabling Instrument ditandatangani pada tanggal 27 Januari tahun 2010.

Sejak 2009, SEAQiM telah melaksanakan beberapa kegiatan baik dalam skala nasional maupun internasional dalam rangka peningkatan mutu guru-guru dan tenaga kependidikan matematika di Asia Tenggara di bawah kepemimpinan direktur, Mr. Herry Sukarman (2009 – 2011) dan Prof. Subanar, Ph.D (2011 - 2016).

SEAQiM telah memberikan pelatihan dan training kepada kurang lebih 1800 guru matematika se-Asia Tenggara dan telah menerbitkan 6 Jurnal. SEAQiM bekerja sama dengan beberapa institusi internasional dalam rangka promosi pendidikan matematika dan penyediaan informasi terkini kepada pembuat kebijakan.

Pada tahun ini (2017), SEAQiM telah mempersiapkan beberapa program kegiatan untuk menjawab kebutuhan para gugu-guru dan tenaga kependidikan matematika di lapangan. Adapun program kegiatan ini berupa regular courses (Diklat Regular), in-country and regional training, dan mathematics teaching model development. Selain itu, SEAQiM juga sedang melakukan penelitian dan pengembangan yang berkaitan dengan Energy Efficiency, Security, and Resiliency. Penelitian dan pengembangan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang besar terhadap permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan energi di dalam pendidikan matematika.

Dasar Hukum

1. Memorandum of Agreement antara SEAMEO dan Kementrian Pendidikan Nasional tanggal 27 Januari 2010 yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Dodi Nandika sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional dan Dato' Dr.Ahamad Bin Sipon sebagai Direktur SEAMEO Secretariat, di Cebu City, Philippines.

2. Enabling Instrument ditandatangani oleh H.E.Dr. Datu Jesli Lapus sebagai Presiden SEAMEO Council tanggal 27 Januari 2010

3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 104 tahun 2013 tentang Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Institusi Induk bagi 6 (enam) Pusat SEAMEO di Indonesia