Orientasi Kursus Daring Disability-Inclusive Teaching in Emergencies (DTeEm) untuk Wilayah Indonesia

19-Apr-2022

Kondisi darurat, seperti pandemi Covid-19, berdampak negatif terhadap pelaksanaan pembelajaran bagi peserta didik, terutama para penyandang disabilitas. Sebagai bentuk respon atas kondisi tersebut, melalui pendanaan dari Global Partner for Education (GPE), UNESCO bersama SEAMEO Secretariat merintis kursus daring Disability-Inclusive Teaching in Emergencies (DTeEm) untuk memastikan kesinambungan pembelajaran bagi anak-anak terpinggirkan, terutama anak-anak penyandang disabilitas. Tujuannya untuk mendukung guru dan peran mereka dalam mengajar dan memelihara perkembangan peserta didik penyandang disabilitas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program SEAMEO Secretariat, SEAMEO SEAMOLEC menyelenggarakan sesi orientasi dan peluncuran virtual kursus daring DTeEm untuk wilayah Indonesia pada tanggal 14 April 2022. Acara ini bertujuan memperkenalkan program tersebut secara umum, isi modul DTeEm, beserta platform untuk mengakses kursus daring tersebut.

Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Yaswardi, M.Si., Direktur Pendidikan Menengah dan Khusus Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). Selanjutnya, diputarkan juga video promosi kursus daring DTeEm dan dilanjutkan dengan sesi orientasi.

Sesi orientasi dibagi menjadi dua, yaitu orientasi modul dan orientasi platform kursus. Pengenalan isi modul disampaikan oleh Direktur SEAMEO SEN Dr. Hanani binti Harun Rasit melalui video rekaman. Disebutkan dalam video bahwa peserta akan mempelajari empat modul dalam kursus daring ini, yakni:

  • - Manajemen stress dan dukungan psikososial,
  • - Penggunaan berbagai alat bantu atau alat pendamping,
  • - Pengembangan rencana tanggap darurat, dan
  • - Keberlanjutan pembelajaran.

Dalam video orientasi, Dr. Hanani menyampaikan bahwa keempat modul yang dipelajari akan menguatkan dan menolong para pendidik dalam setiap situasi dan tantangan apa pun. Dengan demikian, pendidik akan mampu menemukan berbagai cara dan solusi dalam memberikan layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa penyandang disabilitas. Oleh karena itu, beliau berharap agar seluruh peserta kursus dapat mengambil manfaat dari kursus ini dan mengimplementasikannya dalam komunitas peserta didik penyandang disabilitas.

Sesi orientasi platform disampaikan oleh Abdul Rizal Adompo, manajer Divisi IT Content & Knowledge Management, SEAMEO SEAMOLEC. Beliau menjelaskan di mana peserta dapat mengakses kursus daring DTeEm, cara membuat akun kursus, cara mengakses materi, serta cara mengerjakan kuis. Beliau menambahkan bahwa konten belajar kursus DTeEm juga telah tersedia dalam bahasa Indonesia, disamping tersedia juga dalam tujuh bahasa lainnya, yaitu bahasa Inggris, Dzongkha, Thailand, Vietnam, Khmer, Laos, dan Tetum.

Acara orientasi dan peluncuran kursus daring DTeEm ditutup oleh Dr. Wahyudi, Deputi Direktur Program SEAMEO Secretariat. Beliau mengimbau peserta orientasi untuk segera mengakses materi kursus daring DTeEm karena isinya sangat berguna, khususnya bagi para pendidik. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada SEAMEO SEN atas kontribusi mereka dalam pengembangan modul, dan juga kepada SEAMEO SEAMOLEC atas perannya dalam pengembangan platform kursus daring DTeEm.